Nusa One - Rabu, Oktober 5 2022

Kebutuhan BBM Nelayan Pulo Aceh Meningkat, Pj Bupati Minta Penambahan Kuota ke Pertamina

Kebutuhan BBM Nelayan Pulo Aceh Meningkat, Pj Bupati Minta Penambahan Kuota ke Pertamina
  
Penulis
|
Editor

NusaOne.com|Kota Jatho — Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto meminta Pertamina menambah kuota BBM bersubdisi jenis solar untuk para nelayan Pulo Aceh. Hal itu adalah respon cepat Muhammad Iswanto menyikapi fenomena meningkatnya kebutuhan BBM solar bagi para nelayan Pulo Aceh akhir akhir ini, hingga menjadi kendala operasional melaut para nelayan untuk mencari nafkah menghidupi kejuarga.

“Kami menyadari betul jika kini semua dalam posisi sulit akibat inflasi sebagai dampak kenaikan BBM, karenanya, setiap keluhan rakyat harus ditanggapi daam kesempatan pertama,” tutur Muhammad Iswanto.

Surat permohonan penambahan kuota BBM dilayangkan Sekda Aceh Besar atas arahan Pj Bupati kepada Sales Manager Pertamina Patra Niaga Aceh di Banda Aceh. “Dengan ini kami memohon kepada Pertamina Banda Aceh untuk penambahan kuota solar bersubsidi khusus nelayan Kecamatan Pulo Aceh pada SPBU Ulee Lheue,” demikian petikan bunyi surat yang dikirimkan.

Muhammad Iswanto dalam keterangannya, Selasa 4 Oktober 2022, mengatakan, pihak Pertamina sudah merespon surat tersebut dan kekurangan BBM bersubsidi jenis solar untuk nelayan Pulo Aceh insyaallah akan segera teratasi.

Lebih lanjut, Iswanto menjelaskan, terdapat 114 boat nelayan yang setiap harinya mengandalkan pencaharian mereka pada laut. Mereka saban harinya menangkap ikan dengan menggunakan boat kecil dengan kebutuhan solar harian sekitar 25 liter per boat. “Insya Allah dengan adanya penambahan kuota BBM solar ini para nelayan kita dapat beraktifitas dengan lancar dalam mencari nafkah,” kata Iswanto.

Ketika ditanya apakah jika saran tersebut nantinya diadopsi oleh Pemkab Aceh Besar, berarti para nelayan Pulo Aceh akan mendapatkan jerigen warna khusus yg teregistrasi secara gratis? Toke Awi menjawab bahwa itu tergantung kebijakan Pemkab Aceh Besar. “Mengapa tidak jika ada anggarannya untuk itu. Tapi itu teknis dan bukan domain saya juga untuk menjawab. Silahkan ditanya ke DKP Aceh Besar selaku pihak yg berkompeten untuk menjawabnya” ujar toke Awi sambil tersenyum.[]

Bagikan:

Tinggalkan Komentar